Penuhi Nutrisi dari Ultra Processed Food, Emang Bisa?
Guest: Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) (Ketua Indonesian Nutrition Association)
TLDR
Ultra processed food itu boleh dikonsumsi, Ma — tapi harus bijak. Dr. Luciana dari Indonesian Nutrition Association jelaskan bahwa UPF bukan sepenuhnya jahat, tapi jangan dijadikan konsumsi harian. Kuncinya: ibu di rumah yang menentukan apa yang masuk ke perut keluarga.
Poin Penting
Ultra processed food (UPF) dan junk food itu berbeda. UPF adalah makanan yang diproses berat oleh pabrik (nugget, sosis, kornet). Junk food adalah makanan sampah tinggi lemak. Susu UHT termasuk proses minimal — bukan UPF
UPF boleh dikonsumsi tapi jangan jadi kebiasaan harian. Sesekali dalam kondisi sibuk nggak masalah, tapi yang terpenting adalah bagaimana Mama melengkapi makanan sepanjang hari dengan gizi seimbang
Kalau ada label BPOM, makanan aman untuk dikonsumsi. Yang perlu diperhatikan bukan aman atau nggak, tapi berapa banyak dan seberapa sering. Makanan sehat pun kalau berlebihan tetap berdampak
Tips Praktis
Ikuti prinsip Isi Piringku dari Kemenkes: makanan pokok, lauk, sayur, dan buah di setiap makan. Kalau pakai UPF sebagai lauk (misal sosis), lengkapi dengan sayur dan buah segar. Dan biasakan masak dari bahan segar di rumah — apa yang dibiasakan sekarang, itulah yang dibawa anak sampai dewasa.
“Siapa yang bertanggung jawab soal gizi di rumah? Ibu. Apa yang Mama biasakan makan di rumah hari ini, itulah yang akan dibawa anak menuju dewasa.”